Tidak semua orang menyukai reptil, bahkan begitu banyak diantaranya yang takut atau phobia terhadap reptil. Menyerang! Itulah reaksi umum dari kita, ketika melihat ular atau biawak serta binatang melata lainya? Hal ini wajar karena sedikit sekali pengetahuan dan sosialisasi tentag reptil yang diketahuai masyarakat.

Albino ARCAceh Reptile Community (ARC) adalah sebuah komunitas pecinta reptil Aceh yang terbentuk sudah lebih setahun, kini sudah mumpunyai 20 anggota yang aktif. Komunitas ARC memiliki perhatian khusus terhadap reptil dan punya aktifitas gathering regular 2 kali setiap bulannya, mengambil tempat di lapangan Blang Padang Banda Aceh

Melakukan kegiatan gathering yang bertujuan untuk mensosialisasikan bahwa keberadaan reptil-reptil itu pada dasarnya bukan untuk menyerang manusia dan tidak semua reptil berbahaya (berbisa). Dengan mengenal lebih jauh tentang reptil ini diharapkan masyarakat lebih peduli dan dapat hidup secara seimbang dengan alam.

ular ARCKali ini berbagai macam reptil dipajang di cafe Dhapu Kupi Skutang di Punge (22/06/2014). Sekitar 30-an jenis hewan seperti ular, iguana, biawak serta beberapa jenis hewan melata dipertunjukan kepada masyarakat. Serta penjelasan singkat mengenai sifat dan kebiasaan reptil.

ARC menggelar gatrering untuk sesi foto bersama raptil. Masyarakat terutama bagi kaum muda dan anak-anak bisa foto bareng reptil. Kepada AcehFame, Wiliam yang juga menjabat ketua ARC, mengatakan kegiatan ini dilakukan agar masyarakat kita lebih dekat dan terbiasa dengan reptil. “Tugas kami adalah mensosialisasikan reptil kepada masyarakat luas, tentang betapa lucu nya reptile itu, dan tidak semua reptil berbahaya” katanya. [Jrz]

BAGIKAN
Aceh Fame adalah portal lifestyle pertama di Aceh yang mendedikasikan diri untuk Aceh yang popular. Lifestyle tidak selamanya identik kalangan elite yang serba gelamor. Semua kita memiliki dan memilih gaya hidup.