Ribuan warga dari sejumlah desa dalam Kecamatan Pasie Raya, yang tinggal di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Teunom, Aceh Jaya kini mengalami krisis air bersih pasca tercemarnya air sungai tersebut dengan racun dalam beberapa hari ini dan menyebabkan ribuan ekor ikan berbagai jenis, mati mendadak.

Warga Gampong Sarah Raya dan Alue Jang, Kecamatan Pasie Raya dan Teunom, didera krisis air bersih juga dikarenakan sumur mereka kering selama kemarau. Sedangkan air Krueng Teunom tak bisa lagi mereka manfaatkan karena sudah tercemar zat beracun.

Sejumlah warga setempat secara bersama-sama menyampaikan keluhan itu kepada tim kesehatan Pemerintah Aceh yang berkunjung ke daerah tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan, Sabtu (9/8/2014).

“Biasanya jika air sumur kering, kami menggunakan air sungai. Tapi sekarang air Krueng Teunom sudah tercemar dan membuat warga sangat resah karena tidak ada sumber air lain yang bisa dimanfaatkan,” kata Ramiah, warga Sarah Raya.

Ia berharap Pemkab Aceh Jaya dan Pemerintah Aceh segera menanggulangi kesulitan air yang dialami warga di dua kecamatan bertetangga itu dengan menyediakan air bersih secukupnya.

Sementara bagi sebagian warga lainnya, tercemarnya Krueng Teunom dengan sejumlah zat kimia yang kemudian menyebabkan berbagai keluhan kesehatan, ternyata tidak menyurutkan keinginan mereka untuk mengkonsumsi air sungai. Hanya saja, air sungai yang dikonsumsi oleh warga Sarah Raya, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya bukanlah berasal dari Krueng Teunom.

“Sekarang kami menggunakan air Krueng Bilok di Pucok Panton. Kurang lebih 1-2 kilometer dari sini. Aliran sungai itu berbeda dengan Krueng Teunom. Jadi kami tidak khawatir,” ujar Samsuar.

Warga beralasan masih bergantung hidup pada sumber air sungai. Pasalnya, tak banyak warga Sarah Raya yang memiliki sumur sendiri. Masyarakat masih merasa sumber air sungai merupakan cara yang efektif dan murah baik untuk mandi, mencuci, hingga air minum. [/edt/jrz]

Via [analisadaily]

BAGIKAN
Aceh Fame adalah portal lifestyle pertama di Aceh yang mendedikasikan diri untuk Aceh yang popular. Lifestyle tidak selamanya identik kalangan elite yang serba gelamor. Semua kita memiliki dan memilih gaya hidup.