Perkembangan dunia teknologi dan informasi kian terasa semakin cepat. Berbagai bidang keilmuan seperti saling bekejaran untuk terus mengambangkan diri. Sebab itu, salah satu hal penting bagi mereka yang profesional agar selalu memperbaharui tingkat pengatahuan dan informasi yang dimilikinya.

Setiap bulannya, ada sekitar 200.000 judul penelitian di bidang kesehatan yang dipublikasi dalam bentuk jurnal. Sayangnya, akses untuk memperolehnya relatif mahal. Inilah yang menjadi kesulitan utama kebanyakan dokter ataupun tenaga medis lainnya di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI Ali Ghufron Mukti mengatakan, profesional dalam bidang kesehatan harus terus mengikuti perkembangan di dunia kedokteran. Kehadiran situs yang menyajikan informasi yang akurat tentang segala perkembangan dunia medis menurutnya adalah kebutuhan.

“Namun mengikuti informasi melalui internet membutuhkan biaya yang relatif mahal, sehingga situs yang dapat diakses secara gratis dapat sangat membantu,” ujar Ali Ghufron dalam sambutannya di acara peluncuran Univadis, Kamis (22/5/2014) di Jakarta.

Menjawab kesulitan tersebut, Merck Sharp and Dohme (MSD) Indonesia meluncurkan sebuah situs khusus bagi tenaga profesional kesehatan yang bernama Univadis. Situs ini menyajikan informasi ilmiah dan berita kedokteran terkini seperti video, anatomi 3D, koleksi CT Scan, jurnal dan artikel dari 50 penerbit terkemuka di dunia, antara lain The Lancet, BMJ, Pubmed, dan JAMA.

Untuk saat ini, akses situs univadis di Indonesia hanya terbuka untuk dokter dan tenaga medis lainnya saja. Dengan kata lain, awam belum dapat mengaksesnya. Harapannya dalam waktu yang tidak terlalu lama, situs tersebut juga dapat diakses oleh masyarakat [eLz]

via| kompas.com

BAGIKAN
Seorang penikmat kopi dan pengagum keindahan. Profil lengkap di Facebook atau Twiiter | Email : [email protected]