Pengetahuan semakin berkembang, ribuan hasil penelitian ilmiah kini semakin banyak dipublikasi. Meskipun percepatan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesatnya di zaman moderen ini, kita tidak boleh melupakan ilmu pengethuan asli dan lokal, seperti kearifan dan kebijaksaan masyarakat kita.

Kini disadari bahwa pengetahuan asli dan lokal (local and Indigenous Knowlege/LINK) menjadi salah satu sumber pengetahuan yang pantas disejajaran dengan berbagai sumber pengetahuan moderen lainnya. LINK adalah kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan yang dipraktekkan oleh komunitas masyarakat serta diwariskan dari generasi ke generasi.

Beberapa jenis LINK telah memberi keselamatan bagi masyarakat, sehingga berhasil mengetahui tanda-tanda alam yang bisa menjadi pengingat dan pertanda menghadapi musim dan bencana. Dalam kurun waktu yang lama LINK telah membantu proses hidup masyarakat di sebuah komunitas menjadi lebih tangguh.

Seperti halnya di Aceh, LINK dulunya begitu populer. Sebut saja dalam konsep Uteun Pasie dan Uteun Bangka untuk penataan hutan pantai dan hutan bakau sebagai penyangga pemukiman dari abrasi dan gelombang ekstrim. Institusi Panglima Laot yang mengatur segala sesuatunya tentang nelayan dan waktu-waktu melaut. Hal lainya ialah penggalan Keuneunang yang berlangsung sejak awal kitab Tajul Muluk diterjemahkan sekitar abad ke-16. Keseluruh institusi ini begitu membatu proses hidup masyarakat Aceh sejak lama.

Dalam sebuah publikasinya TDMRC menyebutkan, beberapa jenis LINK di Aceh mulai kehilangan tempat dan momen dalam masyarakat khususya kalangan generasi muda. Mungkin hal ini dapat dimengerti, karena kurangnya sosialisasi dan validasi LINK dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjawab kondisi itu, dunia akademisi dan penelitian, diharapkan dapat membantu sehingga LINK kembali menjadi referensi dan mampu divalidasi oleh generasi sekarang.

Sudah saatnya generasi Aceh masa kini kembali melihat hal-hal positif yang telah dimiliki oleh para endatu kita dimasa lalu. Berbagai warisan dan kekayaan intelektual mereka suharusnya diwarisi dan digunakan kembali sesuati konteks dan kebutuhan masa sekarang. Mengawali hal tersebut, butuh dukungan publik menguupayakan penelitain dan validasi kembali terhadap LINK di Aceh, agar tidak hilang ditelan zaman. [elz]

 

BAGIKAN
Aceh Fame adalah portal lifestyle pertama di Aceh yang mendedikasikan diri untuk Aceh yang popular. Lifestyle tidak selamanya identik kalangan elite yang serba gelamor. Semua kita memiliki dan memilih gaya hidup.