Gadis berparas Persia itu tersenyum ramah. Bicaranya cepat dan penuh ekspresi, setiap kata yang meluncur dari bibir seirama dengan ekspresi wajahnya. Orangtuanya menabalkan Husnida Djailani sebagai nama lengkapnya. Husnida, demikian ia biasa disapa. Ia sangat suka mengekspresikan diri melalui foto. Baginya, foto dapat menggambarkan perasaan sedih, senang dan kecewa sekalipun.

“Yang namanya cewek. Pasti suka foto, iya ‘kan? Minimal punya masa-masa narsisnya lah di depan kamera. Walau Cuma jadi koleksi pribadi,” ucapnya.

Hobi bermula dari pengalaman pertamanya berhijab dan menjadi model sekelompok fotografer di Banda Aceh. “Lama-lama jadi ketagihan. Apalagi sekarang ada hijab dan acceccories dengan warna yang lucu-lucu. Pasti pengennya difoto aja,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Dara kelahiran Banda Aceh, 7 November 1992 ini mengaku kesenangannya agak terhambat oleh keterbatasan lokasi dengan arsitektur yang sesuai dengan hasratnya. Husnida maju terus memanfaatkan setiap kesempatan menjadi model.

“Yang pentingkan kita bisa mengekspresikan diri lewat berfoto saja cukup,” Lanjut mahasiswi semester akhir FKIP Bahasa Inggris Unsyiah ini.

Sebagai cewek, Husnida juga mengoleksi hijab dan berbagai asesorisnya. Meski tak selalu mengikuti trend, ia sangat kreatif memadukan pernak-pernik miliknya menjadi menarik untuk dipakai setiap hari.

“Punya koleksi, tapi nggak ikut trend. Cuma perlu dimodisin aja untuk dapat terlihat lebih menarik,” tuturnya di ujung perbincangan. [Dara Hersavira]

BAGIKAN
Aceh Fame adalah portal lifestyle pertama di Aceh yang mendedikasikan diri untuk Aceh yang popular. Lifestyle tidak selamanya identik kalangan elite yang serba gelamor. Semua kita memiliki dan memilih gaya hidup.