Ide-ide segar kini terus mengalir dalam dunia mode Indonesia terutama dikalangan perancang busana muslim. Para perancang berupaya memberi kesegaran dengan memadukan aksen-akses budaya Indonesia yang kaya, untuk koleksi yang dipamerkan di panggung catwalk. Sebut saja Jeny Tjahyawati, yang mengangkat nuansa batik Betawi untuk dedain busana terbarunya.

Desainer busana Muslim yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini, telah mengeluarkan sedikitnya enam rancangan busana dari isnpirasi material batik Betawi. Jeny memilih material akses Betawi karena tertarik dan prihatin terhadap kain tradisional Jakarta itu yang masih belum dikenal luas oleh publik.

Long dress hasil karya Jeny memang berhasil mendapat sambutan publik. Rancangan ini dikemas sedemikian rupa dengan memadukan unsur batik Betawi, katun, dan sifon. Justru karena unsur dominan batik Betawi inilah menjadikan koleksinya istimewa. Mengundang decak kagum para penikmat mode yang hadir di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014.

“Saya membuat busana ini berkolaborasi dengan keluarga Batik Margonda untuk batik Betawi-nya. Tentu saja dipadupadankan dengan material lain seperti sifon,” ungkapnya seperti dilansir okezone.com saat ditemuai di Mall Kelapa Gading, Jakarta, baru-baru ini.

Pilihan warna-warna khas dan cerah batik Betawi yang ditampilkan Jeny semain memeriahkan event tersebut. Jeny mengambil warna-warna sedikit bold dan agak gelap, untuk menyamai maxi dress yang didesainnya.

“Warnanya saya ambil yang agak bold dan tidak terang. Motifnya juga saya pilih yang identik dengan Jakarta agar masyarakat paham mana batik Jawa dan Betawi,” paparnya. [ftr/elz]