Sayangnya seiring zaman, alat transportasi jenis Labi-Labi mulai sepi peminat, terutama dari kalangan anak-anak muda yang belakangan mulai beralih ke sepeda motor pribadi sebagai alat transportasi utama dalam beraktifitas.

Abang Samsul, seorang sopir Labi-Labi yang sudah terbilang lama menjalani profesi sebagai sopir Labi-Labi ditemui AcehFame di terminal Keudah, Jum’at (11/7/2014) mengeluhkan mengenai mulai sepinya penumpang Labi-Labi dewasa ini. Dia mengatakan jika sekarang ini banyak masyarakat kota mulai meninggalkan transportasi Labi-Labi, beralih menggunakan kendaraan pribadi seperti Mobil dan Sepeda Motor, padahal dulu menurutnya, Labi-Labi adalah sarana transportasi primadona yang melayani warga, khususnya untuk rute Banda Aceh dan Aceh Besar.

Rute layanan transportasi Labi-labi di Banda Aceh sekarang ini meliputi:

Terminal Keudah – Lhok Nga

Terminal Keudah – Darussalam

Terminal Keudah – Keutapang atau Mata Ie

Terminal Keudah – Ulee Kareeng – Lam Ateuk

Terminal Keudah – Krueng Cut atau Krueng Raya

Terminal Keudah – Lampineung

Terminal Keudah – Ulee Lheu

Terminal Keudah – Lampeuneurut

Terminal Keudah – Lambaro, Sibreh, Samahani, Indrapuri, Jantho, Seulimeum

Apapun ceritanya, transportasi umum adalah ciri khas kehidupan sebuah kota. Tak mungkin semuanya bergantung pada transportasi pribadi. Tentu saja kita berharap pihak-pihak terkait agar terus berupaya untuk menata dan mempertahan alat transportasi Labi-Labi ini agar tidak tergerus zaman, selain bisa menjadi ciri khas kota Banda Aceh, alat transportasi eksotis ini juga terbilang murah dan aman. (Ddy)

BAGIKAN
Aceh Fame adalah portal lifestyle pertama di Aceh yang mendedikasikan diri untuk Aceh yang popular. Lifestyle tidak selamanya identik kalangan elite yang serba gelamor. Semua kita memiliki dan memilih gaya hidup.