Kayoh kayoh jalo-jalo teukayoh 2X (Kayuh kayuh perahu didayung 2X). Ie reuoh han tho han peureule tuboh ro (Peluh tidak pernah mengering tidak perlu tubuh namun tetap bercucuran). Leupah that jioh dum jioh saoh jiba (Sangat jauh sangat jauh sauh terbawa). Alahai ma.. oe..oe.. *Seulayang blang kaputoh talo (Layang sawah sudah putus talinya). Seulayang blo aneuk oe peuek beusigra (Layang terbeli anakku naikkan segera). Seulayang blang kaputoh talo (Layang sawah sudah putus talinya). Seulayang poe aneuk oe lam angen raya (Layang terbang di dalam angin besar)…

Demikian penggalan lirik lagu Kayoh Ue’ Meurandeh lagu yang meraih peringkat kedua pada Lomba Cipta Lagu Pop Daerah (LCPDN) tahun 2014 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif (Parenkraf) yang diselenggarakan baru-baru ini. Lagu yang ditulis Asrul Halim dan di aransemen oleh Prasetio Budhi P dari Kelompok Musik asal Sabang itu kini telah mengharumkan nama aceh di Pentas Nasional, dan menjadi ikon Aceh dalam even-even Budaya yang diselenggarakan Kementerian Parenkraf.

Vokalis Meurandeh Asrul Halim kepada Acehfame menyebutkan kiprah kelompoknya di pentas Nasional berawal dari niat untuk mengembangkan musik etnik di Aceh, dan ketika melihat peluang di LCLPDN ia dan rekan-rekannya mencoba ikut berkompetisi. Kayoh Ue Meurandeh sendiri menurut Pegawai Pemko Sabang yang akrab di sapa Acun ini menceritakan tentang suka duka di perantauan, yang hanya dapat dirasakan sendiri oleh sang perantau.

“Kayoeh ue meurandeh menceritakan budaya masyarakat aceh yang merantau yang membutuhkan pengorbanan, namun hanya dirasakan sendiri oleh sang perangtau” ungkapnya

Ia juga menambahkan hasil yang dicapai ini tidak berhenti sampai disini, namun Meurandeh band akan terus konsisten dengan Lagu-lagu Etnik Aceh. Untuk itu ia berharap dukungan Masyarakat dan Pemko Sabang untuk terus mendukung kehadiran mereka. ia menekankan, lagu-lagu aceh masih akan mereka pertahankan, juga penggunaan alat-alata musik tradisi Aceh semisal Rapaie dan Serune Kalee.

“Kalau kita tinggalkan lagu Aceh itu satu kesalahan, walaupun aliran musik bisa apa saja, paling tidak aransemen dan instrumen daerah itu ada dan wajib” tegas nya.

Sekalipun pernah mengalami masa-masa gonta-ganti personil, namun Saat ini anggota inti Meuerandeh Band digawangi Asrul Sani pada Vokal, Prasetio Budhi pada bass, Jefri Perkusi dan Opi gitar kerap mengisi acara-acara musik di sejumlah Café dan Penginapan di Kota Sabang, dengan sentuhan Musik entnik Aceh, sembari turut mengenalkan Musik Aceh kepada Wisatawan yang berkunjung ke Sabang. [Mahfud T]

BAGIKAN
Aceh Fame adalah portal lifestyle pertama di Aceh yang mendedikasikan diri untuk Aceh yang popular. Lifestyle tidak selamanya identik kalangan elite yang serba gelamor. Semua kita memiliki dan memilih gaya hidup.