Banda Aceh – perhelatan kebudayaan Gayo akan kembali dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober hingga 19 Oktober 2016. acara ini bertajuk Nahma Ni Gayo, sebelumnya Nahma Ni Gayo juga pernah digelar di Banda Aceh dengan melibatkan budayawan serta sastrawan asal Dataran Tinggi Gayo. Acara ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Peduli Sejarah Gayo (MAPESGA) Banda Aceh, dengan tujuan untuk menanamkan kembali semangat cinta akan kebudayaan asli Gayo serta ajang silaturahmi masyarakat Tengah Tenggara Aceh.

Acara ini akan berlangsung selama dua hari, dimulai pada hari Selasa, 18 Oktober 2016. pada hari pertama akan dilaksanakan seminar kebudayaan yang bertema “Islam dan Kebudayaan Gayo” dengan pemateri Sehat Ihsan Sadikin, Dosen Fakultas Ushulluddin UIN Ar-Raniry dan Salman Yoga S, budayawan Gayo. seminar ini akan berlangsung di Aula Lab School Unsyiah, Darussalam. dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka untuk umum.

Lalu, Acara puncak akan dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Oktober 2016, pukul 20.00 WIB di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam. yang diisi oleh pergelaran seni budaya Gayo dengan menampilkan musisi-musisi asal Dataran Tinggi Gayo yaitu Penawar Ethnic, Trasium Band, Misdalina juga ada Musisi Senior seperti Kandar.SA dan Joe Tampeng. selain itu acara ini akan menampilkan Tarian Tradisional Saman Gayo, Didong, Suling Pepongoten, dan tari kreasi. Hal menarik dari Nahma NI Gayo kali ini, yaitu Kolaborasi Didong Dan Saman diiringi alunan musik gitar jazz Joe Tampeng. Acara ini juga akan dibuka oleh Wakil Gubernur Aceh Muzzakir Manaf.picsart_10-08-07-51-02

kali ini Nahma Ni Gayo mengangkat tema “Tetah Nahma Musara Awang Ken Tanoh Gayo”  yang berarti bersama membenahi marwah nya orang Gayo.”Acara kali ini kita sajikan dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya, sebelumnya kami lebih mengedepankan pada penghargaan kepada pelaku seni dan budaya Gayo, namun kali ini kami lebih menonjolkan pergelaran seni sebagai ajang promosi kebudayaan Gayo” kata Sahriza, Ketua Panitia Nahma Ni Gayo. Pemuda yang akrab di panggil ijal ini, berharap acara ini dapat mengembangkan kreasi anak muda selaku penerus untuk tetap berkontribusi dengan nilai-nilai tradisional. “ayo datang dan saksikan acara ini supaya kita lebih dekat dengan budaya Gayo” tutupnya.