Kisah-kisah inspiratif sahabat Rasulullah dan para tabiin senantiasa berlimpah hikmah, menarik untuk diungkap sebagai bahan pembelajaran hidup di dunia. Acap kali membaca kisah-kisah tersebut, dapat menjadi tauladan dalam diri kita sendiri.

Salah satu kisah sahabat yang perlu diteladani ialah risalah dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz usai diangkat menjadi Khalifah dari kaum Bani Umayyah. Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin yang amanah baik di pemerintahan dan keluarga.

Dalam kisah dituliskan, pada suatu malam Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz sedang tekun bekerja di bilik istananya. Di tengah keseriusannya, beliau dikagetkan dengan kedatangan putranya yang ingin curhat.

“Urusan kerajaankah? Atau urusan keluarga yang hendak kamu bincangkan?” tanya Amirul Mukminin.

“Urusan keluarga, ayahanda,” jawab putranya.

Mendengar itu, Amirul Mukminin segera menghampiri putranya. Sambil berjalan, dia memadamkan lampu yang terletak di mejanya yang digunakan untuk menerangi bilik kerjanya itu. Melihat sikap ayahnya itu, putranya justru merasa heran.

“Kenapa ayah padamkan lampu itu?” tanya putranya.

“Benar kata kau wahai anakku, tetapi kau harus ingat lampu yang sedang ayah gunakan untuk bekerja ini kepunyaan kerajaan. Minyak yang digunakan itu dibeli dengan menggunakan wang kerajaan, sedang perkara yang hendak engkau perbincangkan dengan ayah adalah perkara keluarga,” jawab Amirul Mukminin.

Lalu Umar bin Abdul Aziz meminta pembantunya membawa lampu dari bilik dalam. “Sekarang lampu yang baru kita nyalakan ini adalah kepunyaan keluarga kita, minyak pun kita beli dengan wang kita sendiri.”

“Sila kemukakan apa masalah yang ananda perbincangkan dengan ayah,” kata Amirul Mukminin serasa melanjutkan pembicaraan kepada putranya. [Berbagai sumber/gil].

Via [merdeka.com]

BAGIKAN
Aceh Fame adalah portal lifestyle pertama di Aceh yang mendedikasikan diri untuk Aceh yang popular. Lifestyle tidak selamanya identik kalangan elite yang serba gelamor. Semua kita memiliki dan memilih gaya hidup.