Muslim fashion atau yang lebih dikenal dengan modest fashion, kini tengah digandrungi industri fashion. Tidak hanya di Indonesia, dunia pun tengah mempersiapkan berbagai rancangan modest fashion yang diketahui sebagai busana yang dapat dikenakan baik perempuan yang menganut agama Islam dengan menggunakan kerudungnya, atau dapat dikenakan orang lain tanpa menggunakan kerudung.

Perkembangan modest fashion tidak dilihat Windri sebagai persaingan, namun sebagai nilia positif bahwa rata-rata masyarakat ingin mendekati hal yang baik dengan mengenakan pakaian yang lebih baik.

Menurut perancang NurZahra, Windri Widiesta Dhari, modest fashion adalah santun. Santun menurut ketentuan yang diajarkan dalam agama. Baginya, perempuan muslim yang mengenakan jilbab merupakan ambasador dari agamanya sendiri, yaitu Islam.

“Modest sendiri kata lain dari santun ya, dan muslim itu sebenarnya kayak ‘Muslim wear is like ambassador’. Kata-kata muslim wear itu lebih kayak ambasador yang menunjuki bahwa kalian tuh penganut agama Islam, seperti biarawati yang mengenakan baju khasnya, itu menyatakan bahwa dia menganut agama itu sendiri. Jadi muslim wear lebih kaya ‘You an ambasador of your religion,”jelas Windri dalam acara Jakarta Fashion Wek 2015.

Namun, tak banyak perempuan muslim yang mengenakan kerudung sudah membalut dirinya dengan pakaian santun, tanpa menimbulkan siluet dari lekukan tubuhnya. Bagi Windri, hal tersebut adalah proses yang masih dijalani para pelakunya.

“Aku rasa itu proses ya, karena mereka belum banyak belajar. Karena kalau kata udah tahu dan mendalami, kita akan tahu pakem-pakemnya dan kita akan tahu bahwa berpakaian muslim bukan seperti itu,”tutur Windri. [kpo/harnas.co]